PRINSIP AKUTANSI
- Prinsip
Entitas
Ini menjelaskan konsep kesatuan usaha yang suatu usaha mesti berdiri sendiri dan terpisah dari usaha atau individu lain. Jadi, segala pencatatan akuntansi tidak diperkenankan bercampur-baur dengan pencatatan usaha atau individu lain termasuk pemiliknya sendiri. - Prinsip
Satuan Moneter
Artinya konsep ini hanya mencatat transaksi yang dinyatakan dalam mata uang tanpa melibatkan bahagian nonkuantitatif seperti mutu layanan pelanggan dan prestasi pegawai pasalnya bahagian ini tidak dapat dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan. - Prinsip
Kurun Waktu
Penilaian dan pelaporan keuangan suatu perusahaan dibatasi hingga waktu tertentu. Ini dimaksudkan agar suatu informasi keuangan dapat dihasilkan tanpa harus menunggu ketika usaha yang dijalankan telah tutup.
- Prinsip
Biaya Historis
Konsep yang mengharuskan penggunaan harga perolehan yang sesungguhnya dalam menilai harta atau jasa yang dibeli. Jika pada proses pembelian tawar-menawar terjadi, berarti yang dinilai yakni harga kesepakatan. Ada berbagai cara yang digunakan untuk menilai suatu harta/jasa meliputi nilai buku, nilai pasar, nilai tunai, dan nilai ganti - Prinsip
Pengungkapan Lengkap
Penyajian laporan keuangan harus informatif dan dimaklumkan sepenuhnya. - Prinsip
Usaha Berterusan
Anggapan bahwa suatu entitas ekonomi berjalan berkesinambungan tanpa ada kejadian pembubaran kecuali jika ada peristiwa tertentu yang dapat menyanggahnya. - Prinsip
Mempertemukan
Biaya dipertemukan dengan pendapatan karena adanya biaya yang dimaksud. Konsep ini akan menghasilkan nilai berupa penghasilan bersih selama kurun waktu tertentu. Konsep ini diterapkan biasanya ketika akan membuat jurnal penyesuaian di mana akan ada pengakuan dan biaya yang sesungguhnya. - Prinsip
Pengakuan Pendapatan
Pendapatan merupakan kenaikan harta karena telah terjadinya kegiatan usaha seperti penjualan, persewaan, penerimaan bagi hasil, dsb. - Prinsip
Materialitas
Akuntansi diterapkan berdasarkan teori untuk menyeragamkan aturan namun pada kenyataannya tidak semua penerapan itu senantiasa menuruti teori yang dimaksud. Oleh karena itulah, tidak jarang terjadi pengungkapan informasi yang material atau immaterial. - Prinsip
Konservatif
Penyusunan laporan keuangan dengan nilai yang direndahkan. Prinsip ini mengarahkan akuntan atau pelaku akuntansi untuk mengantisipasi jika terjadi kerugian.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
MAKALAH
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
|
|
|||||
|
|
|||||
|
|
|||||
NAMA
: AMOS PANGKATANA
KELAS
: XII IPA 1
TUGAS
:
BIOLOGI
YAYASAN PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN KATOLIK
SMS YPPK ASISI
TAHUN 2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang telah
melimpahkan rahmat dan kasih-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ‘’Pertumbuhan Dan
Perkembangan’’. Makalah ini diharapkan mampu
membantu saya dalam memperdalam mata pelajaran BIOLOGI dalam
kegiatan belajar. Selain itu makalah ini diharapkan agar dapat menjadi bacaan
para pembaca agar menjadi warga negara yang baik dan
bertanggung jawab karena materi disajikan mengarah pada proses
pertumbuhan dan perkembangan yang berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari
hari. Oleh karena itu, makalah ini diharapkan agar bangsa indonesia memiliki
sikap yang kritis terhadap situasi dan kondisi kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara yang selalu berubah.
Akhir kata, saya ucapkan
terimakasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca makalah ini dengan
tulus ikhlas. Semoga makalah ini bermanfaat, khususnya baga saya dan pembaca.
CATATAN:
Ø www.pangkatanaamos@gmail.com(blogspot)
Sentani,
13-08-2013
Penyusun
AMOS
PANGKATANA
DAFTAR ISI
Halaman Judul …………………………………………………………………………….......….i
Kata Pengantar ……………………………………………………………….....……….………ii
Daftar Isi …………………………………………………………………………....………………iii
BAB I : PENDAHULUAN ……………………………………………….....……………………1
A. Latar Belakang
………………………………………………....………………….1
B. Rumusan
Masalah.....................................................................2
C. Tujuan
……………………………………………………………………….......……2
BAB II : TEORI ………………….…………………………………………………………..........3
BAB III : Prosedur Kerja ………………………………………………………………...…….5
A. Alat dan Bahan
…………………………………………………………....……5
B. Cara Kerja
……………………………………………………………….....……..5
BAB IV : Hasil pengamatan ………………………………………………………...……….7
BAB V : PENUTUP ……………………………………………………………………...………..9
A. Kesimpulan
…………………………………………………………………...…..9
B. Saran
…………………………………………………………………………...…….9
C. Daftar Pustaka
…………………………………………………………......……9
BAB I
PENDAHULUAN
A .
Latar Belakang
Pertumbuhan adalah proses
bertambahnya ukuran (di antaranya volume,massa dan tinggi) pada makhlik hidup.
Contoh pertambahan tinggi batang dan jumlah daun. Pertumbuhan ini bersifat
irreversible ( tidak dapat balik).
Pertumbuhan tumbuhan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan
pembesaran sel. Pertumbuhan juga merupakan proses kuantatif,artinya dapat
diukur dan dinyatakan dengan anka.
Pertumbuhan di bagi menjadi 4 :
A. Fase Log ( pertumbuhan
lambat,sel-sel yang membelah hanya sedikit)
B. Fase Eksponensial (
pertumbuhan mencapai maksimum, sel-sel aktif membelah dan mengalami elongasi)
C. Fase Pertumbuhan Lambat (
pertumbuhan konstan, melambat)
D. Fase stasioner (
pertumbuhan terhenti atau nol,ukuran tumbuhan sudah tidak mengalami perubahan)
E. Fase Kematian ( tumbuhan
mengalami penuaan)
1
Perkembangan merupakan proses perubahan yang menyertai
pertumbuhan, menuju tingkat pematangan atau kedewasaan makhluk hidup. Proses
perkembangan atau terbentuk stuktur dan fungsi organ yang semakin kompleks dan
sempurnah. Perkembangan merupakan proses kualitatif sehingga tidak dapat
diukur.contoh perkembangan pada tumbuhan yaitu munculnya bunga sebagai alat
perkembangbiakan.
B . Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud dengan
perkecambahan epigael dan perkrcambahan hypogeal?
2) Apa yang dimaksud dengan
pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder ?
3) Apa faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan ?
C .
Tujuan
Mengamati
dan mempelajari pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kacang tanah dan
kacang hijau.
2
BAB II
TEORI
A .
Perkecambahan Epigeal dan Hipogeal
Pada perkecambahan epigeal terjadi
perpanjangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil. Akibatnya,
kotiledon plumula terdorong ke permukaan tanah .
Dan pada perkecambahan hypogeal terjadi perpanjangan ruas
batang teratas(epikotil). Akibatnya, plimula menembus kulit biji dan muncul ke
permukaan tanah, tetapi kotiledon tetap berada di permukaan tanah.
B . Pertumbuhan Primer dan Sekunder
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat
aktivitas maristem apical. Pada peristiwa ini terjadi proses pembelahan dan
diferensiasi sel yang mengakibatkan akar dan batang tumbuh memanjang. Maristem
apical terdapat pada ujung batang dan ujung akar. Maristem apical di bagi
menjadi tiga daerah yaitu daerah pembelahan, pemanjangan (elongasi), dan
diferensiasi.
C . Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
pada Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan di pengaruhi oleh faktor
internal dan eksternal .
3
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam
sel, contoh gen.
Faktor eksternal berupa Hormon. Hormon pada tumbuhan
disebut fitohormon. Macam-macam fitohormon sebagai berikut :
1) Auksin
2) Giberelin
3) Sitokinin
4) Gas Etilen
5) Asam Abisisat
6) Asam Traumalin ( hormone
luka)
7) Kalin
4
BAB III
PROSEDUR KERJA
A .
Alat dan Bahan
1) Gelas beker
2) Kain kasa
3) Benang
4) Alat tulis
5) Air
6) Biji kacang tanah
7) Biji kacang hijau
B .
Cara Kerja
1) Merendam biji kacang hijau
dan kacang tanah selama 24 jam.
2) Memotong kain kasa
berukuran 20*20 cm.
3) Meletakan 5 biji kacang
tanah dan kacang hijau pada setiap kain kasa.
4) Melipat kain kasa
sedemikian rupa dan mengikat agar biji tidak keluar.
5
5) Memasukan lipatan kain kasa
di dalam gelas beker yang telah diisi air secukupnya. Dan usahakan lipatan kain
kasa terapung(ada bagian biji yang berada diatas air)
6) Meletakan kedua gelas beker
di tempat beker di tempat yang berbeda misalnya di tempat gelap dan tempat
terang.
7) Membuka lipatan kain kasa
setelah 3 hari. Dan amati pertumbuhan biji dalam kain kasa.
8) Dan mengukur panjang akar
dan batang yang terbentuk menggunakan benang bdan mistar.
6
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
|
NO |
NAMA TUMBUHAN |
TEMPAT
|
TINGGI TUMBUHAN |
||
|
1 ) |
Kacang Tanah |
|
20 cm |
||
|
2 ) |
Kacang Hijau |
|
22,5 cm |
||
|
1 ) |
Kacang Tanah |
|
11,5
cm |
||
|
2 ) |
Kacang Hijau |
|
10
cm |
Hasil
Pengamatan :
Di
Tempat Terang :
Percobaan kami lakukan hari jumat siang , dan besoknya
hari sabtu sudah mulai tumbuh akar , tapi belum terlalu kelihatan , hari senin
sudah mulai tumbuh batang atau Hypocoty pada kacang hijau dan kacang tanah
belum terlihat adanya perubahan atau tumbuhnya akar , dan hari selasa sudah
mulai panjang ke atas Hypocotonya dan akar di bawa menjadi lebih banyak di
banding hari senin sedangkan pada kacang tanah belum terlihat apapun dan sudah
mulai membusuk , hari terakhir kacang hijau sudah mulai tumbuh cotyledon yang
agak banyak sedangkan kacang tanah sudah berulat.
7
Di
Tempat Gelap :
Kalau di tempat gelap hari sabtu belum terlihat
tanda-tanda apapun dari kedua kacang , sedangkan hari senin sudah mulai tumbuh
akar yang masih sangat sedikit pada kacang hijau kalau di kacang tanah sudah
terlihat tunas-tunasnya , pada hari selasa tanaman kacang hijau tambah panjang
dan memiliki akar agak banyak, dan pada kacang tanah sudah mulai memanjang
tunasnya , pada hari rabu kacang hijau tambah memanjang dan tumbuhnya cotyledon
tapi berjumlah 1 sedangkan kacang tanah tunasnya sudah mulai besar dan
memanjang
8
BAB V
PENUTUP
A .
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan
maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, yaitu pertumbuhan di tempat
terang lebih cepat dari pada pertumbuhan di tempat yang gelap.
B .
Saran
Bagi pembaca dapat menambah wawasan dan
pengetahuan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan dan
dapat member kritik yang membangun bagi penulis.
DAFTAR PUSTAKA
http//:www.google.com
http//:www.blogspot.com
9











